HeadlineKanan-SliderSlider

PENGORBANAN

Pbrt. Dr. Tulus To’u, M.Pd

1. Terbunuh, karena membela rakyat

  1. Inspirasi khotbah. Abraham Lincoln adalah anak dari seorang petani, beliau dilahirkan di Hardin County, Kentucky pada tanggal 12 Februari 1809. Lincoln memiliki kekurangan dalam hal bicara yaitu jika ngomong gagap. Ibunya khawatir akan masa depannya karena kegagapannya ini. Suatu hari saat ia mendengar khotbah di gereja. Ia mendengar pendeta berkata ,” Allah memberi peluang yang sama kepada semua manusia.” Lincoln tertegun mendengar khotbah itu, baik isinya, cara penyampaiannya serta ekspresinya. Lincoln bertekad untuk melatih bicaranya agar bisa membuat orang terpesona, karena dari pandai berorasi.
  2. Ide menghapus perbudakan. Suatu hari, ia mengantarkan barang ke pelabuhan di New Orleans. Ketika itu ia menyaksikan penjualan budak-budak berkulit hitam. “Memperjualbelikan manusia itu salah, namun bagaimana caranya aku mengubah ini.” “Sebagaimana diriku tak ingin menjadi budak dan aku juga tak ingin menjadi tuan.” . Ia yakin bahwa semua orang memiliki hak untuk hidup merdeka dan damai. Lincoln bercita-cita membebaskan perbudakan pada orang berkulit hitam. Ia kemudian mencalonkan diri menjadi senat. Ia terpilih menjadi anggota senat. Di parlemen ia terus memperjuangkan kemerdekaan budak. Lincoln di kemudian hari, mencalonkan diri sebagai presiden. Ia bukan mengincar jabatan presiden untuk kepentingan pribadinya, namun untuk tujuan mulianya yaitu membebaskan perbudakan.
  3. Terbunuh karena membela rakyat. Tahun 1860 Abraham Lincoln terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Pada 1 Januari 1863, mendeklarasikan penghapusan perbudakan. Tahun 1864, terpilih kembali sebagai Presiden Amerika untuk yang kedua kalinya. Walaupun Lincoln telah berbuat baik, tapi masih banyak yang tidak menyukainya, terkait kebijakan pembebasan budak. Ada sekelompok orang ingin mencelakakan Lincoln. Pada saat Abraham Lincoln menghadiri pertunjukan teater, Ia ditembak oleh seorang yang bernama John Wilkes Booth yang merupakan salah satu pemain teater. Entah karena suruhan orang yang tidak suka Lincoln atau motif pribadi.? Lincoln ditembak pada tanggal 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya, pada usia 56 tahun. Presiden Lincoln dikenang karena jasa-jasanya sebagai pejuang demokrasi.
  4. Pemimpin berhati melayani. Pemimpin yang hatinya untuk rakyatnya. Hidupnya untuk mengabdi dan berkaya serta melayani. Berpihak pada rakyatnya. Membela rakyatnya. Hidup dan mati untuk dan demi rakyatnya. Pengorbanan jiwa raga, sebagai karya dan layanan terbaik. Jabatan sebagai alat untuk melayani dan berkarya. Sedia dan rela berkorban, karena kasih membara di hatinya. Hati yang melayani. Hati hamba. Kristus teladannya

2. Mati, untuk membela seorang tahanan

  1. Mengecam kezaliman. Maximillian Kolbe dikenal sebagai seorang biarawan Katolik, penulis dan editor majalah. Setelah invasi Nazi dan pendudukan Polandia selanjutnya pada tahun 1939, Maximillian Kolbe menjadikan biarawannya tempat perlindungan bagi ribuan pengungsi Polandia, yang sebagian besar adalah orang Yahudi. Ia tidak mementingkan diri sendiri, tetapi juga melawan kejahatan, dia bahkan mengecam kejahatan Nazi, dalam siaran radio illegal, dan pada tahun 1941, menerbitkan sebuah majalah yang sangat mengkritik Nazi. Karena itu, ia ditangkap tentara Nazi, dan diasingkan ke Lamsdorf, Jerman, dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi Amstitz. Pernah ia dilepaskan, tetapi kemudian ditangkap lagi pada tahun 1941, dan dipenjarakan lalu dipindah ke kamp konsentrasi Auscwitz, Polandia.
  2. Tahanan yang lolos. Pada jam 6, suatu sore, di Juli 1941, komandan kamp konsentrasi, Kolonel Fritsch, mengumumkan ada tahanan yang melarikan diri, belumlah ditemukan. Ia menyelinap pergi dari Auschwitz, sebuah kamp konsentrasi bagi orang Yahudi, di Selatan Polandia. Ketika dilakukan absensi, ada tahanan yang hilang. Kelompok pencari ditugaskan mencarinya. Jika tahanan yang kabur tersebut tidak ditemukan dalam waktu 24 jam, maka komandan mengumumkan, sepuluh dari 600 orang-orang di barak penjara, akan dipilih secara acak, dan akan dihukum mati sebagai ganti balasannya.
  3. Mengganti yang terhukum. Saat tahanan Franciszek Gajowniczek mendengar namanya telah dipilih untuk mati, dia ingat keluarganya, dan berteriak, “Istriku! Anak-anak saya!” Maximillian Kolbe mendengar tangisan Gajowniczek. Dia mengajukan diri untuk menggantikan Gajowniczek. Kolbe beralasan lebih baik dia mati, karena dia lebih tua dari Gajowniczek, dan tidak punya istri atau anak. Dia berkata kepada Kolonel Fritsch, “Semoga menyenangkan Lagerfuhrer, saya ingin menggantikan tempat salah satu dari para tahanan ini.” Dia menunjuk kepada Gajowniczek.
  4. Mati, karena membela seorang tahanan. Kolbe dan sembilan tahanan yang lain digiring masuk ke dalam bunker kelaparan. Mereka akan dihukum di bunker (sel tahanan bawah tanah), dan akan dibiarkan kelaparan sampai mati. Mereka hidup tanpa makanan atau pun air selama beberapa hari. Satu per satu, sementara mereka mati kelaparan, Kolbe menolong serta menghibur mereka. Saat pintu bunker dibuka semua tahanan sudah meninggal kecuali Maximillian Kolbe. Tentara kemudian memberikannya suntikan carbolic acid untuk mempercepat kematiannya. Ia wafat pada tanggal 14 Agustus 1941.
  5. Kasih tanpa batas. Dendam, kebencian, permusuhan, rasialisme, mengikis rasa kasih dan kemanusiaan dalam hati manusia. Sehingga orang begitu mudah memperlakukan sesamanya dengan semena-mena. Perlakuan kejam, bengis, lalim, tanpa kemanusiaan, bahkan sampai mencabut nyawa sesamanya, menjadi hal biasa. Akan tetapi, kasih yang ada di hati, yang bermuara dan bersumber pada kasih Kristus, memungkinkan orang mengasihi, membela, menolong, bahkan memberi diri dan berkorban bagi sesamanya. Kasih Allah yang kekal, melahirkan kasih manusia dapat tanpa batas bagi sesamanya. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

3. Hidup berkorban

  1. Berkoban itu langka? Karena, berkorban berarti mengambil hak dirinya, bagian dirinya, harta miliknya, kebahagiaannya, bahkan mungkin sampai nyawanya, dipersembahkan bagi sesamanya, kepadanya ia berkorban. Mudah diucapkan, tidak mudah dilakukan. Langka yang sedia demikian. Yang mudah, dan banyak dilakukan, bertahan, berjuang, dan mempertahankan hidupnya. Memenuhi kebutuhan primer hidupnya. Ya, itu panggilan hidup manusia. Yang masalas janganlah ia makan. Belajarlah pada semut. Apa yang ditemukan oleh tanganmu, kerjakanlah itu dengan segenap hati dan sekuat tenaga. Memperjuangkan hidup dan keluarga adalah tanggungjawab diri dan keluarga. Hidup hanya menengadahkan tangan pada belas kasih orang lain, tanda kemalasan dan lemahnya jiwa perjuangan serta pantang menyerah.
  2. Benih serakah. Memenuhi kebutuhan primer, kadang membawa dirinya ke sudut sempit bahwa hal itu tujuan hidupnya. Meraup hasil sebanyaknya, dari kerjanya. Sehingga, sudut lebih luas, ada orang lain, sesamanya, yang kemudian tersisih dari empatinya. Inilah tarikan diri membawa pada mementingkan diri sendiri, Melupakan sesamanya. Benih serakah dapat memuai dalam dirinya. Ia, ibarat, meminum air laut (asin), lalu haus,dan haus lagi.
  3. Memberi itu membahagiakan. “Sungai tidak meminum airnya sendiri, pohon tidak memakan buahnya, matahari tidak menerangi dirinya sendiri, bunga tidak menebarkan keharuman baginya. Hidup bagi sesamanya adalah ketentuan seirama alam semesta, Manusia lahir untuk menolong sesamanya, Tidak ada sesuatu yang mustahil. Hidupmu akan lebih baik ketika kamu berbahagia. Tetapi, akan lebih bahagia, bila kamu dapat membahagiakan sesamamu,” (Paus Francis).
  4. Kehormatan tertinggi. Seorang pemimpin yang cenderung pada dirinya sendiri. Memperhatikan diri sendiri. Memnafaatkan jabatan bagi diri sendiri. Meraup keuntungan bagi diri sendiri. Ujungnya, ia akan dilupakan orang. Oleh karena hidupnya hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri. Orang lain, tidak merasakan manfaat kehadirannya. Sungguh tepat, kata bijak ini, ”Seseorang akan diingat dan dikenang, karena pemberian dan pengorbanannya.” Sebaliknya, “Kebesaran seseorang, terbukti dalam pengorbanannya. Hidup yang baik adalah hidup yang memberikan manfaat bagi orang lain.” Manusia kerap memandang orang karena status dan keberadaannya. Namun, kehormatan seseorang, memancar bagaikan bintang di malam gelap gulita, ketika ia kaya kebaikan, kasih dan pengorbanan.

4. Pengorbanan paling mahal

Yesus Kristus, adalah Allah dan Firman yang menjadi manusia. Bukan karena hubungan Yusuf dan Maria. Juga, mustahil karena Allah beristeri. Tetapi, Roh Allah yang berkarya dalam rahim Bunda Perawan Maria. Sehingga, Yesus adalah Anak Allah, Manusia sejati. Oleh sebab itu, Ia tidak berdosa, tanpa salah, tanpa noda, tidak bercacat dan tidak bernoda.

Ketika Ia mempersembahkan dan berkorban, Ia menjadi Domba Sejati bagi penebusan dan pengampunan dosa. DarahNya, darah paling mahal. PengorbananNya, cukup sekali untuk selamanya, dan sekali untuk semua orang. Dosa, mustahil diselesaikan oleh manusia. Hanya mungkin, oleh kuasa dan anugerah Allah melalui Yesus Kristus.

Ketika Ia mempersembahkan diri dan mengorbankan diri bagi penebusan dan pengampunan dosa manusia. Maka, Ia adalah Imam Besar sejati, yang turun dan datang dari sorga. Pengorbanan paling mahal. Tidak terbeli dengan seberapapun harganya. Tidak terbayar seberapapun nilainya. Hanya oleh anugerah (sola gracia). Hanya dalam iman (sola fide). Hanya oleh Kristus (sola Christo). Sehingga, NamaNya, di atas segala nama. Raja, di atas segala raja. Berkuasa di bumi dan di sorga. Ia sungguh Tuhan, Anak Allah, Penyelamat sejati, yang datang dari sorga. Berbahagialah setiap orang yang percaya kepadaNya, meskipun tidak melihatNya.

5. Makna kata
Dalam proses ini, telah menemukan makna kreatif, kata BERKORBAN:
B = Berbagi dan memberi diri, karena kasih Kristus padaku telah nyata
E = Energi kasih kekal-Nya menggerakkan dan memotivasi hidup mengasihi
R = Raga dan jiwa dipenuhi oleh kuasa kasih, sehingga hidup adalah untuk mengasihi
K = Kasih yang melimpah dari sorga, menggerakkan gerakan kasih dlm dunia
O = Oleh kasih Kristus, manusia berdosa diampuni dan diselamatkan, sehingga
R = Roda gerakan kasih dalam dunia, terus berputar tanpa henti dan tanpa batas
B = Bahagia orang yang rela berkorban, sebab lebih bahagia memberi dari pada menerima
A = Allah adalah kasih, kasihNya kekal, memuncak dalam pengorbanan Kristus.
N = Nampaklah kebesaran dan kemuliaan, dihormati dan dihargai, semua orang yang memberi diri dan hidupnya bagi kebaikan serta pertumbuhan orang lain.

Bagikan tulisan ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published.