GKE 182 Tahun: Catatan Sejarah

Oleh Pdt. Kinurung Maleh, D.Th

Buku pdt. Fridolin Ukur, Tuainnya Sungguh Banyak (1960), menjadi rujukan utama untuk mengenal sejarah dan eksistensi GKE. Pada awal Bab I, Ukur menyatakan bahwa lahirnya GKE merupakan hasil Abad 19 Pekabaran Injil oleh Zending Barmen – Rheinische Missiongessellchaft zu Barmen. 

Di tahun 1830, tersiarlah berita-berita mengenai Pulau Kalimantan di tanah Jerman, dengan cerita mengenai ratusan ribu Suku Dayak yang masih jauh tertinggal dalam peradaban dan yang tak pernah mendengar tentang Terang Injil itu. Berita-berita ini telah membakar kerinduan orang-orang Kristen di tanah Jerman, untuk pergi – menemui saudara-saudaranya suku bangsa Dayak serta membawa Terang yang besar itu, Berita Keselamatan dalam Kristus Yesus, bagi mereka yang masih duduk di dalam kegelapan. Empat tahun kemudian, dalam suatu sidang umum dari Rheinischen Mission, tanggal 4 Juni 1834, diputuskanlah untuk menjadikan Pulau Kalimantan sebagai suatu daerah Pekabaran Injil yang baru. Kerinduan dan kesadaran kasih ini kemudian terwujud, yakni pada tanggal 15 Juli 1834, ketika dua orang penginjil ditahbiskan di Barmen dan diutus selaku penginjil-penginjil Barmen yang pertama… Kedua Penginjil itu Barnstein dan Heyer” (Ukur 2000, 8).

Tanggal 26 Juni 1835, Barnstein menginjakan kaki di Banjarmasin, Bumi Kalimantan, sementara Hayer karena kondisi kesehatan harus kembali ke Tanah Jerman tanpa sempat ke Kalimantan. Tanggal kedatangan Barnstein tersebut ditetapkan GKE sebagai Hari Pekabaran Injil. Hampir 30 tahun lamanya Barnstein menginjili di Kalimantan, dan dikebumikan di Banjarmasin tanggal 11 Oktober 1863. Ukur dengan bangga menuliskan: 

“Barnstein akan tetap merupakan nama yang indah dalam sejarah GKE. Selama ia hdup, ia benar-benar merupakan hamba Kristus yang setia, yang telah bekerja di antara segala golongan/suku bangsa di Banjarmasin. Baik mereka yang beragama Islam dan Kaharingan, maupun saudara-saudara bangsa Tionghoa dan bangsa Kulit Putih merasakan Kasih yang menyala dan memberikan diri itu yang ditampakan dalam keseluruhan hidupnya (Ukur 2000, 9-10).

Buah pertama penginjilan dalam rupa pertobatan di Kalimantan dinyatakan dengan pembaptisan pertama pada tanggal 10 April 1839 di Bethabara – Palingkau oleh Hupperts. Peristiwa ini dicatat GKE sebagai cikal bakal GDE yang selanjutnya berubah menjadi GKE (MS GKE 2015, 3). Buah pertama penginjilan rupa lain yang diterima warga Dayak di wilayah Palingkau yaitu pelayanan kesehatan/pengobatan dan pendidikan (Ukur 2000, 10). 

Tahun 1920, pelayanan yang dilakukan oleh Zending Barmen mengalami kesulitan keuangan dan komunikasi akibat Perang Dunia Pertama. Selama 85 tahun pelayanan, Zending Barmen membaptis kurang lebih 5000 jiwa, mentahbiskan 14 Penginjil Dayak dan 39 penatua, serta mendirikan 11 pangkalan induk. Pelayanan di Kalimantan diserahkan kepada Zending Basel dengan masa transisi selama 5 tahun (1920-1925). Pada masa transisi ini, empat penginjil pertama Zending Basel diutus ke Kalimantan yaitu Henking, Weiler, Kuhnle, dan Huber. Kemudian, pada tanggal 1 April 1925, berangkatlah rombongan terakhir Penginjil Barmen meninggalkan Kalimantan yaitu Epple, Hendrich, Anskhol, dan Lampmann. Ukur dengan indah melukiskan proses transisi ini “Mereka yang menanam telah berangkat, tibalah mereka yang bertugas menyiram. Yang menanam dan menyiram pun menjadi sama, tetapi yang menumbuhkan hanya Allah sendiri” (Ukur 2000, 21-24).

Sepuluh tahun pelayanan (1925-1935), dengan jumlah pertobatan warga jemaat yang semakin besar, wilayah pelayanan yang semakin luas, metode penginjilan yang semakin dinamis, dan pentahbisan lima pendeta Dayak Pertama, dalam Sinode I 1935 di Barimba, 8 misionaris Zending Basel bersama dengan 30 utusan Dayak Kristen menetapkan berdirinya GDE. GDE merupakan persekutuan jemaat-jemaat yang telah dibentuk oleh Zending Barmen dan Zending Basel di Kalimantan. Eksistensi GDE disahkan dengan SK Gubernur Hindia Belanda No. 23 tgl 24 April 1937 – yang sampai hari hari ini menjadi dasar Badan Hukum GKE. Buahnya dalam 10 tahun tercatat ada 10.000 orang Kristen yang mulai dilayani oleh Pendeta Dayak dan diorganisasikan dalam kepemimpinan Dayak (Ukur 2000, 32). 

Poin penting yang perlu digarisbawahi sampai terbantuknya GDE bahwa baik Zending Barmen maupun Zending Basel melayani dengan sungguh dan menghasilkan buah. Dengan fokus kepada proklamasi Injil dan pertobatan, dikembangkan misi holistik meliputi pendidikan, kesehatan, pertanian, publikasi, persahabatan, kontekstualisasi, dan pembebasan budak.  15 tahun kemudian GDE mereformasi diri dengan nama GKE. Dalam pembukaan Tata Gereja GKE dirangkum secara ekslusif perubahan nama tersebut:

“selanjutnya didasari oleh kesadaran akan panggilan selaku gereja yang yang diutus ke dalam dunia, dijiwai semangat oikumenis dan paham kebangsaan, maka pada Sinode Umum V GDE tanggal 5-9 Nopember 1950 di Banjarmasin, nama Gereja Dayak Evangelis diubah menjadi Gereja Kalimantan Evangelis disingkat GKE” (MS GKE 2015, 3). 

Pada tahun 1988, GKE untuk pertama kali merumuskan GBTP Jangka Panjang 25 Tahun dengan tujuan mewujudkan kemandirian teologi, daya, dan dana. Pdt Tawar Soewardji mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, kemandirian daya merupakan langkah yang paling strategis. Karena itu prioritas GBTP Jangka Menengah 5 Tahun (1988-2013) selalu berupaya meningkatkan kualitas SDM GKE (Tawar Soewardji 2005, 54). Sinode Umum XXIII GKE, menetapkan visi strategis GKE baru Jangka Panjang (2015-2040) yang diarahkan kepada terwujudnya warga GKE yang misioner dengan tugas panggilan utama melanjutkan peningkatan kualitas dan kuantitas kemandirian GKE bidang teologi, daya dan dana (MS GKE 2015, 3).

Berdasarkan visi dan panggilan tersebut, sampai hari ini GKE tetap setia melayani warga Dayak dan seluruh suku bangsa di Kalimantan dan Indonesia. GKE juga tetap mempertahankan namanya dan menetapkan Hari Lahir GKE berdasarkan pembaptisan pertama yaitu 10 April 1839 di Kampung Bethbara. GKE tahun ini berusia 182 tahun dengan anggota gereja berjumlah 324.801 jiwa di 1265 jemaat dengan dilayani oleh 849 pendeta, 29 penginjil, dan 121 vikaris (BPH MS GKE 2020, 1). 

JAYALAH GKE DEMI KEMULIAAN ALLAH.  SELAMAT HARI JADI KE 182 GKE.

Sumber:

BPH MS GKE. Almanak Nast. Banjarmasin: MS GKE, 2020.

Majeli Sinode GKE. Garis-garis Besar Tugas Panggilan Gereja Kalimantan Evangelis 2015-2040 dan 2015-2020. Banjarmasin, 2015.

Majelis Sinode GKE. Tata Gereja GKE. Banjarmasin: MS GKE, 2015.

Soewardji, Tawar. Langkah-langkah GKE Mewujudkan Kemandirian, dalam Rama Tulus dan Marko Mahin. 70 Tahun GKE: Pergumulan dan Upaya GKE Menuju Kemandirian. Banjarmasin: MS GKE, 2005.

Ukur, Fridolin. Tuaiannya Sungguh Banyak. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *