KE S O R G A (Menyambut Hari Kenaikan Kristus)

Oleh Pbrt. Dr. Tulus To’u, M.Pd

1. Jalan mustahilkah ?

  1. Imaginer, “Sorga..oh sorga. Begitu dekat, katanya, di telapak kaki Ibu? Tetapi, sesungguhnya, dimana? Seberapa jauh? Tidak pernah ada jawaban. Manusia, para nabi, para filsof perenung, pemikir, tidak ada jawaban mereka. Akal pikiran dan pengetahuan mereka, tidak mampu mengungkap rahasia sorga. Mustahil juga, mereka bertutur tentang cara ke sorga, pergi ke sorga, naik ke sorga. Naik dengan apa? Tujuan ke mana? Berapa jauh? Semuanya rahasia. Oh…mustahil, sekali lagi, mustahil, ibarat “menjaring angin,” kata Bijak.
  2. Bagi teman sebelah, ada Jembatan Shiratal Mustaqim, jembatan di atas neraka jahannam yang menghubungkan pintu Surga. Sebelum menuju pintu surga, semua orang harus bisa melewati jembatan licin, berduri, setipis rambut dibelah 7, dan lebih tajam dari pedang. Manusia, ada yang selamat menyeberanginya, namun harus mengalami luka-luka dikarenakan terkena sabetan duri-duri yang mencabik-cabik tubuhnya. Lalu ada pula yang gagal menyeberanginya. Mereka terpeleset, tergelincir sehingga terjatuh dan terjerembab dengan wajahnya ke dalam neraka yang menyala-nyala di bawah jembatan (Sony Sutrisna). Jalan yang nampaknya sangat sulit juga.

2. Jalan lebar atau sempit

  1. Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang cukup panjang, bila dikaitkan dengan panjang tahun hidup manusia. Selama berjalan dalam perjalanan panjang itu, tentulah ada banyak jalan-jalan yang ditempuh. Yang lebih special adalah pilihan-pilihan jalan kehidupan yang dipilih. Jalan kehidupan berupa cara-cara mengelola hidup, keluarga dan pernikahan, cara-cara berperilaku, cara-cara berelasi, cara-cara berkomuniukasi, cara-cara bekerja, berkarya dan melayani, cara-cara menghayati iman, cara-cara beragama dan beribadah, ya.. totalitas hidup yang dikelolanya. Hidup yang berhasil, sukses, yang berdampak dan berpengaruh konstruktif, berdayaguna baik bagi dirinya, keluarga, dan sesamanya. Lebih lanjut, hidup yang berkelanjutan ke dunia dan alam kekekalan dalam dan bersama Tuhan.
  2. Dua pilihan jalan. Area kehidupan dunia memberikan beragam tawaran. Jalan menuju hal-hal yang baik, benar, berdampak baik bagi sesamanya, tidak selalu mudah. Justeru, jalan itu kerap berliku, naik-turun, penuh duri dan onak, kerikil kerakal. Bahkan ada godaan dan bujuk rayu, atau aral rintangan dibuatnya, agar menyerah. Itulah jalan yang sempit. Perlu semangat, daya juang, motivasi, jiwa pantang cepat menyerah, jiwa pendaki sejati, “Climber,” kata Paul G. Stoltz. Karenanya, memilih jalan sempit dan tidak mudah ini, tidak banyak orang, jalan sangat eksklusif, “Sedikit orang melaluinya,” kata Guru Agung. Sebaliknya, jalan yang lebar dan mudah, banyak dipilih dan dilalui orang. Tetapi, yang disangkanya, ujungnya mahkota kehidupan, kenyataannya sia-sia dan “kebinasaan,” kata Bijak Bestari.

3. Hanya satu jalan ?

Mengenal Yesus tidak lain berarti kita harus berubah karena Dia yang kita kenal itu, berpengaruh dan berdaya ubah bagi kita. Ia telah dan terus menawarkan diri-Nya. Ia menawarkan jalan yang harus kita lalui. Dan jalan itu adalah Diri-Nya sendiri. “Akulah jalan, kebenaran dan hidup”. Mengenal Yesus berarti membiarkan diri kita diubah untuk mengikuti pola dan cara hidup-Nya. Dia adalah jalan yang mengantar kita dengan selamat ke Rumah Bapa yang banyak tempat tinggal. Tidak ada jalan lain. Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan bagi kita untuk memperoleh kebenaran sejati dan kehidupan yang abadi.

Kristus, yang semula di sorga, turun ke dunia menjadi manusia. Ia tahu persis, sorga seperti apa dan bagaimana? Sorga, bukan rahasia bagiNya. Pada saatnya Ia kembali, naik ke sorga, semua proses berjalan mempesona. Mustahil bagi manusia. Tetapi, tidak mustahil bagiNya. Ketika, Ia berkata, “Akulah jalan,” ke sorga, mustahil bagi dunia, tetapi bagiNya tidak ada yang mustahil. Sungguh, dan benarlah adanya, memang hanya Kristus, satu-satu jalan ke sorga. Jalan yang sangat eksklusif. Karena sekali lagi, hanya Dia, yang pernah turun dari sorga, dan naik lagi ke sorga. Mustahil, tidak ada, yang membuat jalan-jalan yang lain. Hanya Kristus, “Akulah jalan,” ke sorga.

4. Naik ke sorga

  1. Bila Kristus naik ke sorga, maka ada dimensi makna: 1.Tugas sudah selesai. Misi sorgawi, itulah yang diemban di atas pundak Kristus. Tugas yang maha besar, maha berat, mustahil dapat dilakukan oleh manusia biasa. Maka, Allah sendiri yang turun menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus. Misi sorgawi ini, adalah misi pembebasan dan penyelamatan manusia yang ditawan, dibelenggu dan dirantai kuasa dosa. Hidup manusia yang menjadi hamba dan budak dosa. Misi ini, dilakukan Kristus sampai puncaknya, ketika Ia berkorban dan mengorbankan nyawaNya di atas salib. Dari atas salib itu tugas itu tuntas, Ia berseru, “Sudah selesai!”
  2. Kembali ke asalNya. Allah adalah Firman. Firman itu telah menjadi manuusia. Ia telah hadir di antara manusia. Juga, Allah adalah Roh. Roh Allah hadir ke dunia, menaungi dan melingkupi Bunda Perawan Maria. Maria mengandung oleh karya Roh Allah. Lahirlah Kristus Putra Allah, Anak Allah. Kristus datang dan turun dari sorga, membawa misi sorgawi, untuk menyelamatkan duniadan manusia berdosa. Ketika semua tugas sudah selesai, kini Ia naik ke sorga, kembali ke asalNya, Bapa di Sorga.
  3. Berkuasa di sorga dan di bumi. Perjalanan Kristus mengemban tugas sorgawi sangat tidak mudah. Sejak awal, penentangan dan perlawanan sudah terjadi. Ketika dalam rahim Bunda Perawan Maria, mulai ada keraguan dan penolakan. Saat lahir ditolak, masa bayi ada genosida, Masa pelayanan, berhadapan dengan kuasa gelap, penolakan berbagai kalangan, sampai akhirnya dituduh menista Allah. Sehingga layak dihukum mati, mati tersalib. Pada hari ketiga, bangkit, hidup dan menang. Menang atas semua kekuatan dan kuasa di bumi. Menjelang kenaikan, kataNya, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
  4. Menyediakan tempat. Tugas layanan di bumi sudah selesai dan tuntas. Kuasa di bumi dan di sorga ada di tanganNya. Akhirnya, Ia kembali ke asalNya di sorga. naik ke sorga bukan sekedar kembali, pulang, berbalik ke asalmulaNya. Akan tetapi, ada sisi istimewa bagi orang percaya. Yakni, Ia menyediakan tempat bagi mereka. Tempat mega besar dan luas, untuk menampung segenap orang percaya dari seluruh dunia dan sepanjang segala masa. Tempat yang tidakada lagi tangis, air mata, dan perkabungan. Ajaib dan penuh pesona.
  5. Manusia dan Tuhan. Gugatan yang kuat ialah Yesus bukan Tuhan, hanya seorang manusia, seorang nabi. Mengapa kalian menyembah manusia? Namun, ketika didalami dengan teliti dan cermat, Yesus sungguh Allah yang mewujud menjadi manusia. Manusia biasa, seperti yang lain-lain, kecuali tanpa dosa. Dikandung oleh Roh Kudus. berkuasa memulihkan hidup manusia, orang sakit, yang dikuasai roh-roh gelap. Membangkitkan orang yang telah mati. Membebaskannya dari kuasa dan belenggu dosa. Ia naik ke sorga, kelak datang lagi menjadi hakim yang adil, membangkitkan dan menjemputput orang percaya. Sehingga, selama-lamanya bersamaNya di sorga.

5. Tempat mega besar dan luas

Alkitab versi King James (KJV) kata sorga, muncul 582 kali. Sorga, “shamayim” (Ibrani), yang berarti puncak atau awan. Bahasa Yunani, “auranos” artinya mulia. Kata itu, menunjuk pada tempat berbeda: 1) Langit atau atmosfir, yang menyelimuti bumi, di mana kita bisa bernafas. 2) Tempat di mana bintang-bintang, bulan, dan planet-planet berada. 3) Kediaman Allah, di mana Allah berdiam dengan para malaikat dan orang percaya yang telah mati. Rumah kekal, tempat untuk orang yang percaya Yesus Kristus (John MacArthur).

Sorga adalah sebuah tempat, benar-benar tempat, yang dinantikan dan didambakan, yang menjadi tujuan akhir hidup umat Tuhan, orang yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus, setelah mereka meminggal. Tempat yang indah, dan kenyamanan, kepuasan, tidak ada tangis dan air mata, tidak ada dukacita dan perkabungan, sebab yang lama sudah berlalu. Ia, Tuhan, menjadikan segala sesuatu baru. Tempat ini, adalah tempat yang disediakan khusus oleh Tuhan Yesus. Ada banyak ruang dan tempat yang disediakan, cukup untuk seluruh orang percaya di dunia, sepanjang segala masa. Sehingga, tempat ini, tempat yang mega besar dan mega luas, tidak terkira, ajaib. Hanya Tuhan yang kuasa dan mampu membuat dan menyediakan hal demikian bagi seluruh orang percaya, sepanjang segala masa. Mustahil hanya seorang nabi, memiliki kuasa demikian. Kristus, adalah Tuhan, Raja, berkuasa di sorga dan di bumi.

6. Makna kata
S = Sebuah tempat mega luas telah disediakan Tuhan bagi semua yang percaya padaNya
O = Oh…mengharukan, Kristus, satu-satunya jalan menuju ke sorga, hanya Kristus
R = Ruang kehidupan baru, tempat hidup bersama Tuhan, sampai selamanya
G = Gilang-gemilang, Tuhan Yesus, bertahta dan berkuasa di sorga dan di bumi
A = Anugerah kasih karuniaNya, melimpah-ruah dialirkan bagi semua yang percaya padaNya.

SELAMAT MERAYAKAN KENAIKAN TUHAN YESUS KE SORGA 13 Mei 21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *