HeadlineKanan-SliderSlider

PEMUDA BERDAMPAK (Menyambut Hari Pemuda GKE 2022)

Oleh Pbrt. Dr. Tulus To’u, M.Pd

I. Direndahkan

“Tetapi Tuhan dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.”
Chairul Anwar, penginjil, bersaksi, sejak kecil mengalami perundungan. Bertumbuh dalam lingkungan yang keras dan jahat. Akhirnya mempengaruhi perilakunya buruk dan jahat. Mencari dan mendapatkan uang dengan jual-beli barang-barang terlarang. Uang banyak digunakan untuk bersenang-senang. Masuk penjara, bertemu orang-orang jahat. Keluar penjara, belajar ilmu-ilmu hitam. Mencari uang dengan cara tidak halal, minum mabuk, rokok narkoba, mengabaikan sakralitas seks Hidup semakin tidak terkendali, karena kuasa setan-setan, kuasa roh-roh jahat penyesat, menipu dan memperdayanya. Hidup benar-benar rusak, rendah, tidak terhormat. Karena, padanya, tidak ada keluhuran dan kemuliaan perilaku

Oleh perjumpaan dan terima Kristus Tuhan, hidupnya mengalami transformasi. Cara hidup lama ditangalkan dan ditinggalkan. Mulai hidup baru dalam Kristus. Itulah yang membuat hidup berubah. Sebab, “Siapa yang ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu, yang baru kini datang.” Katanya, ia ingin hidupnya, “bekerja memberi buah.” Hidup berguna dan memberi manfaat bagi sesamanya, hanya ketika hidup berbuah baik. Pemuda, tanpa nilai luhur mulia, mustahil diteladani, kecuali dilihat dengan sebelah mata, malah dianggap rendah.

II. Delapan karakter unggul

Karakter, merupakan cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, dan bertindak konstruktif dan positif. Bukan dibawa sejak lahir, diwariskan dari orang tua. Akan tetapi, sesuatu yang dipelajari, dicari, dipilih, dilatih dan dibentuk agar menjadi cara hidup, bersikap, berperilaku dan bertindak dalam hidup sehari-hari. Guna membangun dan meraih hidup yang sukses, berhasil dan memberikan daya guna baginya dan sesamanya. Karakter unggul berdampak, perlu dikembangkan, mengikuti gagasan Paulus:

  1. Hidup benar. Ada jalan yang disangka orang lurus. Ternyata ujungnya menuju kebinasaan. Dunia memberikan banyak godaan dan tawaran serta jalan-jalan kenikmatan. Laksana madu manis, tetapi sesungguhnya racun kehidupan. Maka, carilah jalan yang sungguh-sungguh baik dan benar, yang menuntun pada kebahagiaan dan keselamatan. Kristus, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”
  2. Hidup mulia. Manusia sebagai gambar dan citra Allah, telah tercoreng-moreng. Ia telah kehilangan kemuliaan Allah. Cara hidup mengikuti dorongan hawa nafsu. Perilaku dikuasai dan dikendalikan kuasa roh-roh jahat dan setan-setan. Tanggalkan dan tinggalkan. Gantikan dengan hidup luhur mulia. Luhur mulia, dengan menerapkan nilai-nilai hidup yang diajarkan Tuhan. Nlai-nilai hidup yang bersumber dari sorga.
  3. Hidup adil. Hukum alam, hukum dunia, tidak ada yang adil. Penuh kompetisi, yang kuat menang, yang lemah kalah. Hukum Tuhan, tidak berubah, tetap sama, hidup adil terhadap sesamanya. Memperlakukan orang lain secara seimbang. Berlaku baik karena baik, benar karena benar. Bukan membengkokkan yang lurus, menyalahkan yang benar. Menimpakan kesalahan pada yang lain. Ajaib, bila mampu, meluruskan yang bengkok, membenarkan yang salah. Memperbaiki, yang lempar batu sembunyi tangan.
  4. Hidup suci. Dosa merusak hati, pikiran, perkataan dan perbuatan. Kesucian hidup telah ternoda dan tercemar. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-Mu. Membaca firman. Mendengar firman. Masuk ke dalam otak dan hati. Mewarnai dan mempengaruhi hatinya. Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan menjadi suci dan bersih. Karena apa yang diucapkan mulut, meluap dari hatinya.
  5. Hidup patut dipuji. Dunia memuji orang-orang yang cerdas, berprestasi dalam karya dan kerja. Sukses melakukan sesuatu yang monumental. Orang yang dekat dan ada di sekitar kita, akan menaruh hormat dan penghargaan, ketika mendengar dan melihat kita, melakukan sesuatu yang baik, benar, luhur dan mulia. “Hidup yang baik, akan lebih nyaring bergema, ketimbang kata-katanya,” Sang Bijak.
  6. Mulut manis. Kata sejawatku, Sudianto, “Kalimat yang diucapkan, ibarat anak panah, tidak pernah kembali. Mungkin suatu saat menjadi kenyataan.” Maka, hati-hati mengucapkan hal-hal yang kurang bijak bestari. Sebab, dapat ibarat anak panah yang melesat menancap di hati. Pisau tajam melukai. Serbuk yang meracuni. Granat meledakkan sasaran. Sebaliknya, mulut manis, akan meneduhkan, ibarat air melegakan, obat menyembuhkan, Bibir orang benar, menggembalakan banyak orang.
  7. Ucapan sedap. Mata dan telinga, merupakan indera manusia yang amat peka menangkap yang dilihat dan didengarnya. Ia, begitu cepat mengalirkan irama dan gelombang hati, pikiran dan tubuh manusia. Bila ucapan sedap, diserap telinganya, maka gelombang hormon bahagia (endorfin, dopamine, oxytosin), berirama riang gembira, membuatnya nayaman dan bahagia. Buat dan ciptakanlah suasana bahagia dengan ucapan sedap didengar oleh dan kepada sesama. Biarlah kebaikan kebaikan hatimu diketahui semua orang.
  8. Kebajikan. Kebajikan adalah sesuatu yang mendatangkan kebaikan, keselamatan, dan keberuntungan. Arti lainnya, kebajikan adalah perbuatan baik. Muaranya, ada dua. Satu, keinginan kuat dari dalam dirinya berbuat baik, untuk memperoleh kebaikan. Motif berharap imbalan. Hukum balas membalas. Ada udang di balik batu. Muara kedua, karunia Allah. Allah lebih dahulu berbuat kebajikan, mengasihi dan menyelamatkannya. Sehingga, mendorong, memotivasi dan menggerakkannya membawa kebaikan dan kasih kepada sesamanya. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

III. Hidup berdampak

Orang muda, ya masih muda, belum banyak makan asam garam, sedikit dan kurang pengalaman, jalan masih panjang, Kalah banyak hal dibandingkan orang-orang tua. Sehingga, lumrah saja, dianggap rendah dan direndahkan. Apalagi, bila cara hidup tidak terkendali, seperti kesaksian Chairul Anwar, sebelum percaya Kristus, hidup mengikuti pengaruh kuasa roh-roh jahat, kuasa setan-setan, mencari uang dengan cara tidak halal, minum mabuk, rokok narkoba, mengabaikan sakralitas seks. Hal demikian, hanya menambah hidup semakin rendah dan hina. Bukan oleh orang lain, tetapi oleh perilaku diri sendiri. Rekan Bijak, “Orang direndahkan oleh kata-kata dan perilakunya sendiri.” Bukan orang lain yang merendahkannya, tetapi dirinya sendiri, Perkataannya, dan perilakunya.

Paulus, kepada seorang muda, Timotius, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah, karena engkau muda.” Bahwa seorang yang masih muda, tidak akan direndahkan, atau dianggap rendah. Orang muda, boleh dan dapat menjadi orang yang dihormati, dihargai, berwibawa, berpengaruh dan berdampak. Hanya, satu-satunya cara untuk itu, tidak ada cara lain, ini, jadilah teladan. Jadi teladan, bagi orang-orang sekitarnya. Teladan dalam berkata-kata, berperilaku, kasih, kesetiaan, dan kesucian hidup. Ditambah karakter unggul: hidup benar, adil, mulia, suci, patut dipuji, mulut manis, ucapan sedap didengar, dan kebajikan.

“Pikirkan dan lakukan itu !” Perilaku dan karakter unggul itu, direnungkan, dipikirkan, dipelajari, didalami, dalam kajian olah-pikir, sehingga menjadi terpola dan terkonsep dalam hati dan pikiran. Kemudian, dari ranah hati dan pikiran, perilaku dan karakter unggul itu, dibawa masuk ke dalam ranah praktik, aplikasi dan implementasi. Lakukanlah itu! Konsep, ide, gagasan, mewujud dalam perbuatan. Karakter itu dihidupi, dihayati dalam praktik perilaku. Di sini, transformasi hidup terjadi. Iman dan firman mengubah hidup. Perilaku dan karakter unggul nampak dan berdampak. Diteladani, dan diikuti orang lain. “Ikutilah aku, sebagaimana aku mengikuti Kristus,” kata Paulus. Pemuda berdampak, karena kata-kata dan perilakunya didengar, dilihat, inspiratif, diikuti dan jadi model bagi sesamanya.

IV. Makna kata

D = Dari sanubari hati yang bersih, baik, luhur, beriman
A = Aliran-aliran positif keluar memancarkan kata dan perilaku
M = Muliakan Tuhanmu, kasihi dan layani sesamamu
P = Pemuda, wahai… harapan masa depan bagi banyak insan dunia
A = Ayo bangkit, bangkit, berjuang menata hidup, menyongsong hari esok
K = Kuasai, raih, kembangkan, kendalikan, karyakan, potensi diri, bagi kemulian-Nya.

SELAMAT HARI PEMUDA GKE 2022

Bagikan tulisan ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published.