STT GKE Mengikuti ATESEA Teachers’ Academy 2026 tentang Formasi Spiritual
STT GKE mengikuti ATESEA Teachers’ Academy 2026 yang diselenggarakan pada 14–17 September 2026 di YWCA Hotel, Bangkok, Thailand. ATESEA Teachers’ Academy 2026 diikuti oleh 24 peserta dari sekolah-sekolah teologi anggota ATESEA dari berbagai negara, yakni Filipina, Myanmar, Malaysia, India, Hong Kong, Sri Lanka, dan Indonesia. Para peserta merupakan pendamping mahasiswa yang melayani sebagai pimpinan bidang kemahasiswaan, koordinator kerohanian atau spiritualitas, serta pendeta kampus. Kehadiran STT GKE diwakili oleh Pdt. Enta Malasinta Lantigimo, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Spiritualitas.
ATESEA Teachers’ Academy 2026 mengusung tema Spiritual Formation. Pembicara utama, Dr. Faustino M. Cruz, seorang ahli pembentukan spiritualitas dari Amerika Serikat, memaparkan pentingnya formasispiritualitas dalam kehidupan kampus secara menyeluruh, termasuk dalam kegiatan akademik. Peserta juga diajak membagikan praktik yang telah berlangsung di lembaga masing-masing serta menyampaikan harapan dan rancangan pengembangannya sesuai dengan konteks kampus. Tiga peserta secara khusus mempresentasikan pengalaman pembentukan spiritualitas di kampus mereka, yaitu Saw Kyaw Moe Khaing dari Karen Baptist Theological Seminary, Myanmar; Dr. Ester Pudjo Widiasih dari Jakarta Theological Seminary, Indonesia; dan Dr. Ben Ngaya-an dari St. Andrew’s Theological Seminary, Filipina. Presentasi tersebut memperkaya diskusi melalui pengalaman dari tiga konteks pendidikan teologi yang berbeda.
Selain mengikuti pemaparan materi, peserta berlatih menyusun kurikulum pembentukan spiritualitas yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing konteks. Mereka dibagi ke dalam enam kelompok, dengan empat orang dalam setiap kelompok. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dalam bentuk model dan metode pembentukan spiritualitas. Melalui latihan mandiri, peserta juga merumuskan tujuan, sasaran, dan isi dari Formasi Spiritual.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, STT GKE memperoleh kesempatan untuk memperkaya wawasan dan belajar dari pengalaman sekolah-sekolah teologi di Asia. Pengalaman tersebut menjadi bahan refleksi bagi pengembangan formasi spiritualitas yang terintegrasi dengan kehidupan akademik di STT GKE.


