STT GKE Berpartisipasi dalam Event Internasional melalui The 15th AMA Triennial Convention, Korea Selatan

Pada tanggal 14–18 September 2026, delegasi STT GKE yang terdiri dari Pdt. Dr. Idrus Sasirais dan Pdt. Dr. Sudianto, M.Si. berpartisipasi sebagai peserta dalam The 15th AMA Triennial Convention yang berlangsung di Onnuri Church Incheon Campus, Korea Selatan. Mengusung tema “The Gospel and the Future of Humanity”, konferensi internasional ini menyoroti urgensi kehadiran dan pelayanan gereja di tengah dunia yang terus mengalami perubahan.





Konvensi ini memperlihatkan bahwa perubahan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks dan membutuhkan kehadiran misi Kristen secara holistik. Beberapa sorotan utama yang menjadi tantangan bagi gereja dan misi Kristen masa kini meliputi:
- Tantangan Teknologi AI: Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi “sistem sosioteknis” sekaligus kurikulum pembentukan yang bekerja tanpa henti, khususnya bagi generasi muda. Dalam merespons perkembangan ini, gereja tidak dipanggil untuk sekadar bersaing dengan logika mesin atau akuisisi, melainkan kembali pada “mandat inkarnasional”—menghadirkan relasi yang nyata, autentik, dan penuh belas kasih. Gereja dipanggil untuk “menebus algoritma” dengan memenuhi ruang digital melalui kesaksian, relasi, damai, dan kasih Kristus.
- Krisis Kesehatan Mental: Pelayanan kesehatan mental (Whole-Person Healing) kini menjadi salah satu ranah misi yang semakin krusial. Krisis kesehatan mental menyentuh berbagai lapisan kehidupan, termasuk kaum muda dan para pelayan Tuhan. Karena itu, pelayanan gereja ke depan perlu mengarah pada pemulihan manusia secara utuh melalui pembentukan Ekosistem Perawatan yang aman, kompeten, dan berjenjang.
- Ketidakadilan Sosial: Gereja dipanggil untuk menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan struktural di dunia, termasuk persoalan perbudakan modern dan lemahnya perlindungan terhadap kelompok-kelompok rentan. Tantangan ini menegaskan bahwa misi Kristen tidak hanya berbicara tentang keselamatan secara personal, tetapi juga tentang panggilan menghadirkan keadilan dan martabat manusia dalam kehidupan bersama.
- Krisis Lingkungan: Dalam menghadapi krisis lingkungan, kekristenan didorong untuk mengembangkan cara pandang yang berpusat pada Allah (Theocentric Worldview). Umat Kristen memiliki mandat sebagai imam ciptaan dan penatalayan lingkungan hidup, sehingga kepedulian terhadap bumi merupakan bagian integral dari kesaksian iman Kristen.


Partisipasi STT GKE dalam The 15th AMA Triennial Convention tidak berhenti sebagai pengalaman internasional bagi para delegasi. Wawasan dan diskursus yang diperoleh menjadi bagian penting bagi STT GKE untuk terus memperkaya perspektif dalam mempersiapkan lulusannya menghadapi perubahan zaman.
Bagi STT GKE, tema “The Gospel and the Future of Humanity” menjadi pengingat bahwa Injil tidak pernah kehilangan relevansinya di tengah perubahan zaman. Justru dalam dunia yang semakin kompleks, gereja membutuhkan pelayan-pelayan yang mampu menghadirkan Injil secara cerdas, kontekstual, manusiawi, dan transformatif. Karena itu, partisipasi dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya STT GKE untuk belajar dari perkembangan gereja global sekaligus membawa wawasan tersebut kembali ke dalam konteks gereja dan masyarakat di Kalimantan. Dari ruang-ruang pembelajaran global, STT GKE terus memperkuat panggilannya untuk mempersiapkan lulusan yang mampu membaca tanda-tanda zaman, merespons pergumulan manusia, dan menghadirkan kesaksian Kristus secara relevan di tengah dunia yang terus berubah.
STT GKE—belajar dari dunia, berakar dalam konteks, dan dipanggil untuk melayani bagi masa depan manusia dan kemuliaan Tuhan.


Kondisi penerbangan seringkali menjadi faktor yang membatasi partisipasi dalam pertemuan internasional