Rombongan Indonesia Mengikuti Doa Fajar di Gereja Myungsung Korea Selatan



Doa fajar menjadi salah satu ciri khas kehidupan bergereja di Korea Selatan. Tradisi doa yang dilakukan pada pagi hari ini juga menjadi bagian penting dalam kehidupan jemaat Gereja Myungsung. Pasca kunjungan tim Pendeta Emeritus Kim Sam Hwan ke Banjarmasin pada Maret 2026, Pdt. Dr. Sanon bersama sembilan anggota rombongan berkesempatan untuk mengenal lebih dekat tradisi doa fajar melalui kunjungan ke Korea Selatan pada 31 Agustus hingga 9 September 2026. Rombongan berjumlah 10 orang, yakni Pdt. Dr. Sanon, Pdt. Kinurung Maleh, D.Th., Pdt. Molis, M.Th., Pdt. Berly Leo W., S.Th., Ari Juatnu, Pdt. Dandi Ari Sugara. S.Th., Pdt. Mombo Gusti Gunawan, M.Th., Pdt. Wono, M.Th., Pdt. Wardiman, S.Th., dan Pdt. Friska Setia, S.Th.




Agenda utama rombongan adalah mengikuti doa fajar Gereja Myungsung yang dilaksanakan setiap pukul 05.40 waktu Korea Selatan (sama dengan Waktu Indonesia Timur). Untuk itu, rombongan harus mempersiapkan diri sejak pukul 03.00 dan dijemput menggunakan bus pada pukul 04.00. Dalam kegiatan tersebut, terdapat juga peserta dari 11 negara yang mengikuti festival doa fajar Gereja Myungsung.
Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan adalah anak-anak yang ditempatkan di bagian depan, dekat mimbar, selama doa fajar. Anak-anak ini mengikuti rangkaian doa serta menerima berkat. Hal ini menunjukkan perhatian gereja terhadap generasi muda dengan memperkenalkan kehidupan doa sejak dini. Selain itu, juga merupakan suatu wujud gereja ramah anak di mana anak-anak diberikan ruang untuk turut terlibat dalam kegiatan gereja bersama-sama dengan jemaat dewasa lainnya.
Selama berada di Korea Selatan, rombongan dipandu oleh tim yang dikoordinir oleh Pak Choi, seorang penatua Gereja Myungsung. Selain mengikuti kegiatan di gereja, rombongan juga mengunjungi berbagai tempat di Seoul dan Incheon, mulai dari pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga tempat bersejarah dan kompleks pemakaman para martir. Selain itu, rombongan juga berkesempatan untuk mengunjungi Presbyterian University and Theological Seminary dan Juan International University.




Pengalaman mengikuti doa fajar di Gereja Myungsung memberi rombongan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana kehidupan doa menjadi bagian dari keseharian jemaat, termasuk anak-anak. Kunjungan ini diharapkan mempererat hubungan dengan Gereja Myungsung sekaligus memberi inspirasi bagi pelayanan gereja di Indonesia.



