Reportase HPT GKE 2025
STT GKE Menyapa: Dari Ruang Kelas ke Ruang Kehidupan
Reportase Kegiatan
Dalam rangka Hari Pendidikan Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (HPT GKE) tahun 2025, Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE) menyelenggarakan safari pelayanan ke berbagai resort dan jemaat. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum berharga untuk mempererat ikatan silaturahmi antara STT GKE sebagai lembaga pendidikan teologi dengan warga jemaat sebagai pengguna lulusan. Kegiatan ini juga bertujuan agar STT GKE lebih mengenal medan pelayanan, berkesempatan menyaksikan denyut kehidupan jemaat, sehingga dari pengalaman itu, didapatkan masukan-masukan bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran agar semakin kontekstual. Dengan begitu, calon-calon pendeta yang ditempa di STT GKE dapat lahir sebagai pelayan Tuhan yang peka terhadap kebutuhan nyata jemaat.
Safari pelayanan diawali pada minggu pertama September 2025, di Resort GKE Banjarmasin, Resort GKE Loksado, Calon Resort (Cares) GKE Tapin, dan Resort GKE Labuhan. Pada Sabtu, 6 September 2025, bertempat di Gereja GKE Rantau, STT GKE bersama Cares GKE Tapin menyelenggarakan FGD dan Bincang Teologi Warga Gereja (BTWG) dengan narasumber/fasilitator Pdt. Enta Malasinta Lantigimo, D.Th. FGD dan BTWG itu berjalan dengan lancar dan partisipasi seluruh peserta sangat baik. Esoknya, Minggu 7 September, Pdt. Enta melayani ibadah di Gereja GKE Imanuel Binuang. Pada hari yang sama, di Resort Banjarmasin, Pdt. Ems. Alexandra Binti, M.Th dan Pdt. Dr. Retni Mulyani, M.Si melayani di Gereja GKE Eppata Banjarmasin, adapun Pdt. Dr. Tahan M. Cambah dan Pdt. Hadi Saputra Miter, M.Th melayani di Gereja GKE Eben Ezer Banjarmasin. Sehari setelahnya, Senin, 8 September, keempat narasumber/fasilitator itu memfasilitasi FGD di GKE Eppata dengan tema “Sejarah Gereja Lokal: Menelusuri Karya dan Penyertaan Tuhan dari Masa Awal hingga Kini”. Peserta terdiri dari penatua, diakon, dan warga jemaat di wilayah Resort GKE Banjarmasin. Acara berjalan dengan sangat baik. Di Loksado, Pdt. Ems. Dr. Keloso S. Ugak melayani di Gereja GKE Efrata pada Minggu, 7 September. Seusai ibadah, seminar tentang Doktrin Gereja digelar, dengan antusiasme yang baik dari jemaat setempat. Pada hari yang sama, Pdt. Dr. Sudianto, M.Si melayani di Gereja GKE Ephata Labuhan, sementara Pdt. Dr. Idrus Sasirais berkhotbah di Gereja Oikumene Batalyon Infanteri 621 Manuntung-Barabai. Seusai ibadah, keduanya memfasilitasi FGD dengan topik sejarah gereja lokal di GKE Ephata Labuhan. FGD ini juga berjalan dengan lancar.
Safari pelayanan HPT Minggu Kedua dilaksanakan di Resort GKE Nanga Bulik, Resort GKE Tewah, Resort GKE Sampit, Resort GKE Pangkalan Banteng, dan Resort GKE Pangkalan Bun. Pada Sabtu, 13 September 2025, bertempat di Gereja GKE Haleluya Nanga Bulik diadakan seminar/BTWG yang berjalan sehari penuh. Dalam kegiatan tersebut, Pdt. Dr. Bimbing Kalvari menyampaikan Materi 1: Bangsa Israel dalam Alkitab dan Bangsa Israel Sekarang, dilanjutkan Pdt. Em. Dr. Keloso S. Ugak menyampaikan Materi 2: Tritunggal & Pengakuan Iman Kristen. Selanjutnya Pdt. May Linda Sari, D.Th. mempresentasikan Materi 3: Keselamatan dalam Alkitab dan Kepastian Keselamatan sampai Parousia, disusul Pdt. Dr. Sudianto, M.Si. menyajikan Materi 4: Manajemen dan Kepemimpinan Gereja. Sore harinya, Pdt. Em. Dr. Keloso S. Ugak memimpin Kebaktian Penyegaran Iman. Keesokan harinya, Minggu 14 September, beberapa keempat dosen tersebut melakukan pelayanan ibadah Minggu: Pdt. May Linda Sari, D.Th di Gereja Gloria, Pdt. Em. Dr. Keloso S. Ugak di Gereja Haleluya (06.00 WIB), Pdt. Dr. Sudianto, M.Si di Gereja Haleluya (08.00 WIB), dan Pdt. Dr. Bimbing Kalvari di Gereja Bumi Agung. Adapun di Resort GKE Tewah, pada Jumat, 12 September, diadakan pembinaan penatua dan diakon dengan tema “Menjadi Pelayan Gereja yang Efektif dan Kreatif di Masa Kini”. Materi disampaikan oleh Pdt. Dr. Retni Mulyani, M.Si, Pdt. Kinurung Maleh, D.Th, Pdt. Gunedi, M.Th, dan Pdt. Ems. Alexandra Binti, M.Th. Keesokan harinya, Sabtu 13 September, bertempat di Gereja GKE Parapah, Sampit, keempat narasumber itu ke melaksanakan pembinaan penatua & diakon jemaat-jemaat se-Resort Sampit, juga pembinaan khusus remaja-pemuda di resort setempat. Materi-materi yang disampaikan mencakup Dogma (Trinitas dan kematian orang percaya), Pastoral Keluarga, Peraturan GKE No. 02/2022 tentang Tata Laksana Ibadah, Rekomitmen Pelayanan, dan Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan tentang Iman Kristen. Hari Minggu, 14 September keempat narasumber itu melayani ibadah minggu di gereja-gereja wilayah Resort GKE Sampit.
Di Cares GKE Pangkalan Banteng, bertempat di Gereja GKE Efrata Pangkalan Banteng, pada Sabtu, 13 September, dilaksanakan seminar/BTWG. Dalam kegiatan tersebut, Pdt. Dr. Sanon menyampaikan materi terkait Peran Kaum Bapak dalam Tri Panggilan Gereja, dan Pdt. Enta Malasinta L, D.Th menyampaikan materi terkait Tantangan dan Peluang Gereja dengan hadirnya IKN di Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung dengan sangat baik. Pada Hari Minggunya, Pdt. Enta berkhotbah di Gereja GKE Efrata Pangkalan Banteng, sedangkan Pdt. Dr. Sanon di Jemaat Oikumene Simpang Runtu.
Di Gereja GKE Imanuel Pangkalan Bun, dilaksanakan seminar/BTWG yang terselenggara oleh kerjasama STT GKE dengan Resort GKE Pangkalan Bun. Dalam kegiatan tersebut, Pdt. Dr. Idrus Sasirais membawakan topik “Kerja, Uang, dan Materi: Perspektif Etika Kristen”, dan Pdt. Gabriella Yohanessa Tara, M.Th menyampaikan materi “Mendampingi Anak, Remaja, dan Pemuda dalam Krisis Iman dan Identitas”. Kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi peserta yang sangat baik. Esok harinya, Minggu 14 September, Pdt. Idrus Sasirais berkhotbah di GKE Imanuel Pangkalan Bun, sementara Pdt. Gabriella Tara di Jemaat GKE Maranatha Pangkalan Bun.
Safari pelayanan HPT Minggu Ketiga dilaksanakan di Resort GKE Tanah Laut dan Resort GKE Mandomai. Pada Sabtu, 20 September, FGD digelar di Gereja GKE Mandomai dengan narasumber: Pdt. May Linda Sari, D.Th, Pdt. Triotama, M.Th, Pdt. Dr. Sanon, dan Vic. Raphael Pamungkas, S.Th. FGD berjalan dengan lancar dan suasana diskusi berlangsung hidup. Keesokan harinya, Minggu 21 September, para fasilitator/narasumber itu melayani ibadah Minggu di berbagai gereja di wilayah Resort GKE Mandomai. Adapun di wilayah Resort GKE Tanah Laut, pada Minggu, 21 September, Pdt. Gabriella Tara Y., M.Th melayani di Jemaat GKE Bekatung, dan Pdt. Dr. Bimbing Kalvari di Jemaat GKE Pelaihari. Pada sore hari, keduanya menjaid narasumber dalam seminar/BTWG yang digelar di Gereja GKE Maranatha Pelaihari. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh jemaat-jemaat di wilayah Resort GKE Tanah Laut.
Ucapan Terima Kasih dan Refleksi
STT GKE mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh majelis resort, majelis jemaat, pendeta, penatua, diakon, pemuda, remaja, dan seluruh warga jemaat yang dengan tulus membuka pintu, menyambut, serta berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan. Terima kasih secara khusus ditujukan kepada Pdt. Tuah Kutu’uni, M.Th (Ketua Resort GKE Banjarmasin), Pdt. Mastiur Tambunan, S.Th (Ketua Resort GKE Loksado), Pdt. Ranu Wijayanto, S.Th (Ketua Calon Resort GKE Tapin), Pdt. Rusman Nusa Bhakti, S.Th (Ketua Resort GKE Labuhan), Pdt. Alisnu Abdiku, M.Th (Ketua Resort GKE Nanga Bulik), Pdt. Agus Widya Cahyadi, S.Th (Ketua Resort GKE Tewah), Pdt. Medio Rapano, M.Min (Ketua Resort GKE Sampit), Pdt. Brian Nahumury, S.Si-Teol (Ketua Resort GKE Pangkalan Banteng), Pdt. Guste, M.Th (Ketua Resort GKE Pangkalan Bun), Pdt. Maria Ekasari, M.Div (Ketua Resort GKE Pelaihari), dan Pdt. Mombo Gusti Gunawan, M.Th (Ketua Resort GKE Mandomai), atas kerjasama yang baik yang terjalin. Juga kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang dengan setia melayani dari satu tempat ke tempat lain. Kesungguhan, keramahtamahan, dan semangat jemaat menjadi kesaksian indah tentang tubuh Kristus yang hidup dan bergerak bersama.
Safari pelayanan ini memberi pesan kuat bahwa pendidikan teologi tidak boleh terpisah dari denyut hidup jemaat. Teologi sejati lahir ketika Firman bertemu dengan realitas, ketika mimbar gereja bergandengan dengan perbincangan di warung kopi, dan ketika ruang kelas bersentuhan dengan ladang pelayanan. Seperti Paulus yang mengunjungi jemaat-jemaat muda di Asia Kecil, STT GKE dipanggil untuk berjalan bersama, mendengar, melayani, dan belajar. Safari ini menegaskan kembali identitas STT GKE bukan sekadar alma mater yang mencetak pendeta, melainkan mitra perjalanan jemaat dalam menghidupi iman.
Akhirnya, kegiatan ini menjadi cermin dari panggilan gereja: semper reformanda—selalu diperbaharui, agar Injil Kristus senantiasa relevan, hidup, dan membawa harapan bagi dunia.
“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” (Efesus 4:11–12). (Oleh: Pdt. Dr. Idrus Sasirais).












