KAMISTTGKEKanan-Slider

Pengalaman PPG: Anak Tuhan yang Diberkati dan Memberkati

Praktik Pelayanan Gerejawi (PPG) merupakan wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa teologi untuk mengalami secara langsung dinamika pelayanan jemaat. Melalui PPG, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga dibentuk melalui pengalaman nyata: melayani, bergumul, belajar, dan bertumbuh bersama jemaat. Pengalaman inilah yang dirasakan secara mendalam oleh Ari Juatnu selama menjalani PPG di Desa Harara, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, tepatnya di Jemaat GKE Kaharapen Desa Harara, Resort GKE Tamiang Layang.

Selama menjalani PPG, Ari Juatnu dilibatkan dalam berbagai bentuk pelayanan di gereja. Pelayanan yang cukup dominan dilakukan dalam Seksi Pelayanan Anak (SPA). Pembinaan anak-anak dilaksanakan melalui kegiatan Selasa Ceria, Kamis Ceria, dan Sekolah Hari Minggu. Terkhususnya dalam kegiatan Selasa dan Kamis Ceria, anak-anak dibimbing dalam membaca, menulis, berhitung, CCA, public speaking sederhana, serta seni tari. Dalam pelaksanaan ibadah Sekolah Minggu, pelayanan Firman Tuhan dilakukan secara kreatif supaya Anak Sekolah Minggu tertarik untuk mendengarkan dengan baik.

Dalam berbagai ibadah, Ari juga dipercayakan untuk menjadi singer, liturgos, memimpin doa, serta berkhotbah, baik di ibadah Minggu, ibadah keluarga, maupun ibadah kategorial. Tidak hanya itu saja, Ari juga melayani menjadi Worship Leader dalam ibadah Ekspresif di Jemaat GKE Tamiang Layang. Kemampuan Ari untuk melantunkan sastra lisan Suku Dayak Maanyan yaitu tumet leut sangat diperlukan ketika ia ditugaskan untuk memimpin doa melalui tumet leut dalam beberapa kesempatan, seperti pernikahan, natal, serta ibadah HUT GKE Palanungkai. Hal ini memberikan nuansa baru dan respons baik dari jemaat yang mendengarkan. Berbagai kegiatan lain, seperti pembuatan undangan, pembuatan liturgi ibadah natal, kunjungan doa Natal, serta kerja bakti bersama jemaat juga dilakukan oleh Ari selama masa PPG.

Menurut Ari, pengalaman PPG yang paling berkesan adalah ketika menghadapi keterbatasan dana dalam pelaksanaan berbagai kegiatan Natal, baik Natal SPA, SPRP, SPB, SPPer, maupun Natal Umum. Jumlah jemaat yang beribadah terbatas berdampak langsung pada kondisi keuangan gereja yang tidak memadai. Dalam situasi tersebut, jemaat dan pelayan membuka diri untuk menyampaikan keterbatasan yang ada serta melakukan penggalangan donasi. Dalam proses ini, doa menjadi kekuatan utama. Keyakinan bahwa seluruh rangkaian Natal adalah milik Tuhan dan untuk memuliakan nama-Nya menumbuhkan iman bahwa Tuhan sendiri akan menyediakan jalan keluar. Satu per satu kegiatan Natal dapat terlaksana dengan baik. Donatur yang tidak disangka-sangka datang dan menopang kebutuhan pelayanan. Menariknya, setelah seluruh rangkaian Natal selesai, gereja tidak mengalami kekurangan, melainkan justru kelebihan. Pengalaman ini dimaknai sebagai perwujudan nyata penyertaan Tuhan, yang diimani melalui slogan: “Tuhan memberikan jalan keluar, bagaikan kisah lima roti dan dua ikan.” Pengalaman ini menjadi sangat berkesan karena terlihat jelas semangat jemaat, usaha bersama dalam pelayanan, serta keyakinan bahwa Tuhan sungguh menyediakan bagi gereja-Nya.

Kehadiran mahasiswa PPG dari STT GKE berdampak positif bagi kelancaran pelayanan di jemaat. Agar semua pelayanan berjalan secara efektif dan majelis terlibat aktif, Ari selalu berusaha untuk membangun komunikasi yang baik dengan para pendeta, diakon, dan penatua. Ia  selalu mendorong keterlibatan aktif Diakon dan Penatua sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selain keaktifan pelayanan oleh majelis, transparansi pengelolaan keuangan jemaat dinilai oleh Ari sebagai hal penting. Kurangnya informasi yang diterima oleh jemaat dapat berdampak pada tingkat partisipasi mereka dalam kegiatan gerejawi. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kehidupan jemaat, ketika memperoleh informasi dan dokumentasi dari pihak ketiga terkait bantuan keuangan, Ari berinisiatif membagikannya kepada Majelis Jemaat dan jemaat melalui media komunikasi yang tersedia. Langkah sederhana ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran bersama menuju transparansi dan kepercayaan yang lebih baik di dalam jemaat. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa PPG di tempat ini bukan hanya membantu pelayanan, tetapi juga memberikan dampak baik untuk perkembangan jemaat ini ke depannya.

Menurut Ari, perkuliahan di perkuliahan di STT GKE memberikan kontribusi nyata dalam menopang pelayanan selama PPG. Berbagai teori yang telah dipelajari sangat membantu dalam pembuatan khotbah. Ari, yang juga menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STT GKE mengakui bahwa pengalaman berorganisasi melalui SEMA berperan penting dalam memahami manajemen organisasi gereja di tempat pelayanan. Selama PPG, Ari juga semakin mengasah keterampilan public speaking dalam menyampaikan pesan kepada jemaat. Pengalaman di lapangan menjadi ruang belajar yang efektif baginya untuk mengasah kemampuan tersebut.

Pada akhirnya, PPG memberikan dampak yang sangat signifikan, baik secara kepribadian maupun spiritualitas. PPG membentuk Ari Juatnu untuk lebih mampu bergaul dengan masyarakat lintas usia, mengontrol emosi, menjaga moral, serta terus belajar dan memperdalam relasi dengan Tuhan. PPG juga melatih kedisiplinan, kepekaan terhadap kebutuhan dan permasalahan jemaat, serta keberanian mencoba berbagai bentuk pelayanan. Salah satu bentuk pelayanan yang dicoba adalah khotbah ekspresif, yaitu khotbah yang tidak berdiam di mimbar, serta pelayanan doa pribadi setelah ibadah. Metode ini ternyata disambut dengan antusias oleh jemaat dan menjadi sarana berkat yang nyata bagi mereka.

Melalui pengalaman PPG ini, terlihat bahwa pelayanan bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga soal kesiapan hati untuk dipakai Tuhan. Dalam keterbatasan, Tuhan menyatakan jalan keluar-Nya. Dalam proses belajar, Tuhan membentuk pelayan-Nya. PPG menjadi ruang pembelajaran iman, tempat seorang anak Tuhan bukan hanya menerima berkat, tetapi juga dipanggil untuk menjadi berkat bagi gereja dan sesama.

Bagikan tulisan ini:

One thought on “Pengalaman PPG: Anak Tuhan yang Diberkati dan Memberkati

  • Wah, sangat inspiratif sekali cerita pengalaman PPG Anda! Semoga terus diberkati dalam pelayanan dan bisa menginspirasi banyak mahasiswa teologi lainnya.

    Reply

Leave a Reply to BinarHarapan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Agenda Mendatang