STT GKE Laksanakan Penelitian Bertema IKN dan Keadilan Sosial
Ide tentang pemindahan ibu kota negara bukanlah hal yang baru, ia sudah didengungkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1957. Tetapi selama beberapa dekade percakapan tentang pemindahan dan pembentukan IKN di luar kota Jakarta belum pernah lagi digaungkan. Baru pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi atau sekitar tahun 2019 ide tentang pemindahan mulai dipikirkan dan dibahas secara matang. Dimulailah proses penyusunan legal formal yang akan mendasari proses itu misalnya melalui penerbitan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2020-2024 dan setelah melalui berbagai prosesnya, maka pada tanggal 18 Januari 2022, Undang-Undang tentang IKN (selanjutnya ditulis UU IKN) disahkan DPR.
Pembangunan IKN kemudian dimulai di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Nama “Nusantara” kemudian menjadi nama yang dipilih sebagai nama bagi ibukota yang baru ini. Ada 3 tujuan utama pembangunan IKN, yaitu menjadi simbol identitas nasional, kota berkelanjutan di dunia, dan sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.
Sebagai institusi pendidikan yang berada di Kalimantan, STT GKE memahami bahwa keberadaan IKN tentunya memberikan dampak besar bagi bangsa. Pada sisi lain, STT GKE juga memandang pembangunan IKN sebagai perkembangan penting yang perlu untuk dicermati secara kritis dan akademis. Kehadiran IKN tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastuktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, budaya, ekologis, dan keagamaan. Perubahan tersebut menghadirkan berbagai dinamika sekaligus peluang yang perlu dikaji, secara khusus dalam kaitannya dengan keadilan sosial.
Atas dasar hal tersebut, pada tahun 2026 ini STT GKE melaksanakan penelitian dengan tema “IKN dan Keadilan Sosial”. Sesuai dengan SK no. 18/STTGKE/U.1/SK/VI/2026 tentang Hibah Internasional untuk Penelitian Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi GKE tahun 2026 maka ada 5 tim peneliti yang terdiri dari dosen-dosen dan mahasiswa STT yang secara bersama melaksanakan penelitian tentang isu dimaksud. Kelima tim peneliti dan judul penelitiannya adalah:
- Tim Peneliti: DR. Happy S. Undas, DR. Tahan M.Cambah dan Alexandra Binti, MTh, dengan judul penelitian Model Pelayanan Gereja yang Efektif bagi Kaum Perempuan di Jemaat GKE Samarinda dalam Menanggapi Transformasi Sosial Ibu Kota Negara (IKN).
- Tim peneliti: DR. Sudianto, DR. Idrus Sasirais dan DR. Bimbing Kalvari, dengan judul penelitian Ekslusi Sosial Ekologis dan Kerentanan Komunitas di Ring 1 Ibukota Nusantara (Studi kasus Masyarakat Adat Balik dan jemaat GKE Semoi dalam Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi serta Implikasinya bagi Resolusi Konflik Berbasis Keadilan Lingkungan.
- Tim peneliti: Gabriella Tara Yohanessa, MTh, DR. Retni Mulyani dan May Linda Sari, DTh, dengan judul Penelitian Sauh di Tengah Arus: Penguatan Loyalitas Iman Jemaat Resort GKE Tanah Grogot di Tengah Dinamika Denominasi Gereja.
- Tim Peneliti: Lia Afriliani, MTh dan DR. Keloso S.Ugak, dengan judul Penelitian Peran Gereja dalam mendukung Ketahanan Budaya Masyarakat Lokal di Tengah Pembangunan Ibukota Nusantara (Studi di Jemaat GKE Daya Taja Tanah Grogot.
- Tim Peneliti: DR. Sanon, Enta Malasinta Lantigimo, DTh dan Monica Sari Ayu Ningsih, dengan judul penelitian Representasi Masyarakat local dalam Perencanaan dan Pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Kelima penelitian ini memperlihatkan beragam perhatian STT GKE terhadap dinamika pembangunan IKN. Keragaman kajian ini menunjukkan bahwa isu keadilan sosial dalam pembangunan IKN perlu dilihat dari berbagai perspektif dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan gereja maupun masyarakat yang terdampak oleh perubahan.
Seluruh penelitian ini diharapkan dapat diselesaikan pada Desember 2026. Adapun kegiatan penelitian ini dikoordinir oleh May Linda Sari, DTh selaku Waket 2 bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi. Melalui kegiatan ini, STT GKE bukan hanya memenuhi tridarma perguruan tinggi dalam bidang penelitian. Namun, merupakan upaya nyata untuk berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan dan pemikiran kritis terhadap pembangunan IKN. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademis, tetapi juga menjadi bahan refleksi bagi gereja dan masyarakat dalam merespons berbagai perubahan yang berlangsung di Kalimantan, dengan tetap memperhatikan prinsip keadilan sosial, keberlanjutan, dan penghargaan terhadap kehidupan masyarakat lokal.



