Berita InternasionalBerita NasionalDiakonia STT GKEKabar KampusKanan-SliderKegiatan Nasional

Bantuan Sosial STT GKE bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Desa Tanjung Taruna Tahun 2026

Bencana asap yang dialami oleh Masyarakat di Kalimantan Tengah sejak akhir bulan Juli sampai sekarang, telah menyentuh hati STT GKE untuk terlibat dalam aksi social berupa kegiatan “Peduli Kasih Karhutla Kalimantan di Pulang Pisau” yang dilaksanakan pada tanggal 12 September 2026 yang lalu. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh 2 hal penting yaitu pertama, sebagai bentuk aksi memperingati Hari Pendidikan Teologi berupa Pengabdian kepada Masyarakat dan kedua, sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan mendalam atas situasi karhutla yang dihadapi oleh masyarakat di Kalimantan.

Lokasi yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah desa Tanjung Taruna, yang berada di kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, provinsi Kalimantan Tengah. Dipilihnya desa ini karena menjadi salah satu lokasi awal dari karhutla di wilayah kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Juga merupakan tempat yang paling luas jumlah kebakarannya, bahkan bisa dikatakan sebagai tempat “langganan” siklus karhutla di Kalimantan Tengah.

Dalam melaksanakan kegiatan ini, STT GKE tidak sendiri. Bersama dengan 6 lembaga pemerintah, non pemerintah, gereja dan organisasi profesi seperti DPD PIKI Kalimantan Selatan, LK3 (Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan), Yayasan Suaka Ananda, RSUD Kabupaten Pulang Pisau, Departemen Kesehatan GKE, BPD Peruati Kalimantan Selatan dan Senat Mahasiswa STT GKE melaksanakan aksi berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis, pembagian masker, dan membagikan paket sembako bagi Masyarakat yang terdampak. Yang mengkoordinir kegiatan ini adalah Pdt. May Linda Sari, DTh selaku Waket 2 STT GKE bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi.

Pelajaran berharga dari kegiatan ini adalah betapa besarnya dampak yang ditimbulkan oleh karhutla ini. bagaimana kebakaran hutan dan lahan ini melahap habis kebun, usaha perikanan, lahan-lahan produktif dan hutan-hutan. Secara ekonomi, sosial, dan relasi karhutla ini sangat mengganggu. Belum lagi dampak terhadap kesehatan masyarakat yang tidak bisa dihitung dengan angka. Secara psikis, karhutla juga berdampak bagi keadaan mental masyarakat di desa Tanjung Taruna karena perasaan was-was, ketakutan dan kekhawatiran karena setiap waktu berhadapan dengan ancaman kebakaran.

Bagikan tulisan ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Agenda Mendatang